MEMUTUS SHALAT TANPA SALAM
❓ PERTANYAAN:
Kita sedang shalat sunat, lalu muadzin iqamat. Apakah kita lanjutkan shalat kita atau kita putus? Apa harus memutusnya dengan salam?
💡 JAWABAN:
📚 DENGAN SALAM?
Asalnya, seseorang belum dianggap selesai shalatnya kecuali dengan salam.
🍀 Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- bersabda,
« مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ »
《 Kunci shalat adalah bersuci, ihramnya (dengan) takbir dan tahallulnya (dengan) salam.》[HR. Abu Daud (61) Tirmidzi (3), shahih].
☆☆☆
📚 RIWAYAT TANPA SALAM
Ada beberapa riwayat menunjukkan keluar dari shalat tanpa salam. Diantaranya:
1⃣ Shahabi; Ibnu 'Abbas
Beliau –Radhiyallâhu 'anhuma- berkata,
« أُقِيمَتْ صَلاةُ الصُّبْحِ، فَقَامَ رَجُلٌ يُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ، فَجَذَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَوْبِهِ، فَقَالَ: أَتُصَلِّي الصُّبْحَ أَرْبَعًا؟ »
《Iqamat shalat Subuh dikumandangkan, lalu berdirilah seorang lelaki untuk shalat dua rakaat. Lalu Rasulullah –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- menarik bajunya seraya bersabda, " Engkau shalat Subuh 4 rakaat?!"》[HR. Ahmad (2130) Ibnu Hibbân (2469), hasan].
Sebagian riwayat menyebutkan kalau beliau telah memulai shalat.
2⃣ Tâbi'i; Qais bin Abu Hâzim (w 90an H) -Radhiyallâhu 'anhu-.
🍀 Bayân bin Bisyr –Radhiyallâhu 'anhu- berkata,
« كَانَ قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ يَؤُمَّنَا ، فَأَقَامَ الْمُؤَذِّنُ الصَّلاَة وَقَدْ صَلَّى رَكْعَةً ، قَالَ : فَتَرَكَهَا ، ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَلَّى بِنَا »
《 Qais bin Abu Hâzim akan mengimami kami. Maka (suatu ketika) muadzin langsung iqamat, sementara beliau baru shalat 1 rakaat." Bayân berkata, "Maka Qais tinggalkan shalatnya, kemudian maju, lalu mengimami kami."》[HR. Ibnu Syaibah (2130), shahih].
☆☆☆
📚 KISAH NYATA
Ketika shahabi Mu'âdz bin Jabal –Radhiyallâhu 'anhu- mengimami shalat 'Isyâ dengan surat Al-Baqarah, keluarlah seorang jamaah dari shalat karena merasa terlalu panjang.
Kebanyakan riwayat tidak menyebutkan salam, kecuali satu riwayat, yaitu:
« فَانْحَرَفَ رَجُلٌ فَسَلَّمَ »
《Maka laki-laki itu menepi (keluar) lalu ia salam.》[HR. Muslim (465)]
Shahih?
Sebagian ulama menilainya lafaz salam ini tidak shahih, tapi Syâdz (beda sendiri).
« وَأَمَّا رِوَايَةُ مُسْلِمٍ: أَنَّهُ سَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى وَحْدَهُ، فَأَشَارَ الْبَيْهَقِيُّ 4 إلَى أَنَّهَا شَاذَّةٌ ضَعِيفَةٌ، فَقَالَ: لَا أَدْرِي، هَلْ حُفِظَتْ هَذِهِ الزِّيَادَةُ أَمْ لَا؟ »
《Adapun riwayat Muslim bahwa …"ia salam kemudian shalat sendiri…" maka Baihaqi memberi isyarat bahwa tambahan itu Syadz dan lemah. Beliau berkata, "Aku tidak tahu, apakah (riwayat) tambahan itu dihapal atau tidak."》
Alasan lemahnya?
« لِكَثْرَةِ مَنْ رَوَاهُ عَنْ سُفْيَانَ بِدُونِهَا، وَانْفَرَدَ بِهَا عَنْهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادِ » [نصب الراية 2/30]
《Karena banyaknya rawi yang meriwayatkan dari Sufyân bin 'Uyainah tanpa tambahan itu, sementara hanya Muhammad bin 'Abbâd sendiri yang meriwayatkannya.》
☆☆☆
📚 FATWA
🍀 Ulama Lajnah Daimah berfatwa,
« الصحيح من قولي العلماء أنه يقطع تلك الصلاة، ولا يحتاج الأمر في الخروج منها إلى تسليم وينضم إلى الإمام. » [الأولى رقم (7347)]
《Yang benar dari dua kalam ulama adalah, bahwa ia memutuskan shalat tersebut, dan tidak butuh kepada salam untuk keluar darinya, tapi langsung bergabung dengan imam.》
☆☆☆
Silahkan lihat lebih lanjut di sini:
https://islamqa.info/ar/33742
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=33510
http://majles.alukah.net/t64247/
☆☆☆
💡 KESIMPULAN:
✅ Asalnya, seseorang belum dianggap selesai shalatnya kecuali dengan salam.
✅ Ada beberapa riwayat menunjukkan bolehnya keluar dari shalat tanpa salam.
✅ Kebanyakan riwayat tentang keluarnya seorang jamaah yang diimami Mu'âdz bin Jabal tidak menyebutkan salam, sehingga riwayat tentang salam.
✅ Fatwa Ulama Lajnah Daimah menilai tidak butuh kepada salam untuk memutuskan shalat.
☆☆☆
Wallahu A'lam.
Rabu, 5 Safar 1439 H
❓ PERTANYAAN:
Kita sedang shalat sunat, lalu muadzin iqamat. Apakah kita lanjutkan shalat kita atau kita putus? Apa harus memutusnya dengan salam?
💡 JAWABAN:
📚 DENGAN SALAM?
Asalnya, seseorang belum dianggap selesai shalatnya kecuali dengan salam.
🍀 Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- bersabda,
« مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ »
《 Kunci shalat adalah bersuci, ihramnya (dengan) takbir dan tahallulnya (dengan) salam.》[HR. Abu Daud (61) Tirmidzi (3), shahih].
☆☆☆
📚 RIWAYAT TANPA SALAM
Ada beberapa riwayat menunjukkan keluar dari shalat tanpa salam. Diantaranya:
1⃣ Shahabi; Ibnu 'Abbas
Beliau –Radhiyallâhu 'anhuma- berkata,
« أُقِيمَتْ صَلاةُ الصُّبْحِ، فَقَامَ رَجُلٌ يُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ، فَجَذَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَوْبِهِ، فَقَالَ: أَتُصَلِّي الصُّبْحَ أَرْبَعًا؟ »
《Iqamat shalat Subuh dikumandangkan, lalu berdirilah seorang lelaki untuk shalat dua rakaat. Lalu Rasulullah –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- menarik bajunya seraya bersabda, " Engkau shalat Subuh 4 rakaat?!"》[HR. Ahmad (2130) Ibnu Hibbân (2469), hasan].
Sebagian riwayat menyebutkan kalau beliau telah memulai shalat.
2⃣ Tâbi'i; Qais bin Abu Hâzim (w 90an H) -Radhiyallâhu 'anhu-.
🍀 Bayân bin Bisyr –Radhiyallâhu 'anhu- berkata,
« كَانَ قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ يَؤُمَّنَا ، فَأَقَامَ الْمُؤَذِّنُ الصَّلاَة وَقَدْ صَلَّى رَكْعَةً ، قَالَ : فَتَرَكَهَا ، ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَلَّى بِنَا »
《 Qais bin Abu Hâzim akan mengimami kami. Maka (suatu ketika) muadzin langsung iqamat, sementara beliau baru shalat 1 rakaat." Bayân berkata, "Maka Qais tinggalkan shalatnya, kemudian maju, lalu mengimami kami."》[HR. Ibnu Syaibah (2130), shahih].
☆☆☆
📚 KISAH NYATA
Ketika shahabi Mu'âdz bin Jabal –Radhiyallâhu 'anhu- mengimami shalat 'Isyâ dengan surat Al-Baqarah, keluarlah seorang jamaah dari shalat karena merasa terlalu panjang.
Kebanyakan riwayat tidak menyebutkan salam, kecuali satu riwayat, yaitu:
« فَانْحَرَفَ رَجُلٌ فَسَلَّمَ »
《Maka laki-laki itu menepi (keluar) lalu ia salam.》[HR. Muslim (465)]
Shahih?
Sebagian ulama menilainya lafaz salam ini tidak shahih, tapi Syâdz (beda sendiri).
« وَأَمَّا رِوَايَةُ مُسْلِمٍ: أَنَّهُ سَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى وَحْدَهُ، فَأَشَارَ الْبَيْهَقِيُّ 4 إلَى أَنَّهَا شَاذَّةٌ ضَعِيفَةٌ، فَقَالَ: لَا أَدْرِي، هَلْ حُفِظَتْ هَذِهِ الزِّيَادَةُ أَمْ لَا؟ »
《Adapun riwayat Muslim bahwa …"ia salam kemudian shalat sendiri…" maka Baihaqi memberi isyarat bahwa tambahan itu Syadz dan lemah. Beliau berkata, "Aku tidak tahu, apakah (riwayat) tambahan itu dihapal atau tidak."》
Alasan lemahnya?
« لِكَثْرَةِ مَنْ رَوَاهُ عَنْ سُفْيَانَ بِدُونِهَا، وَانْفَرَدَ بِهَا عَنْهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادِ » [نصب الراية 2/30]
《Karena banyaknya rawi yang meriwayatkan dari Sufyân bin 'Uyainah tanpa tambahan itu, sementara hanya Muhammad bin 'Abbâd sendiri yang meriwayatkannya.》
☆☆☆
📚 FATWA
🍀 Ulama Lajnah Daimah berfatwa,
« الصحيح من قولي العلماء أنه يقطع تلك الصلاة، ولا يحتاج الأمر في الخروج منها إلى تسليم وينضم إلى الإمام. » [الأولى رقم (7347)]
《Yang benar dari dua kalam ulama adalah, bahwa ia memutuskan shalat tersebut, dan tidak butuh kepada salam untuk keluar darinya, tapi langsung bergabung dengan imam.》
☆☆☆
Silahkan lihat lebih lanjut di sini:
https://islamqa.info/ar/33742
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=33510
http://majles.alukah.net/t64247/
☆☆☆
💡 KESIMPULAN:
✅ Asalnya, seseorang belum dianggap selesai shalatnya kecuali dengan salam.
✅ Ada beberapa riwayat menunjukkan bolehnya keluar dari shalat tanpa salam.
✅ Kebanyakan riwayat tentang keluarnya seorang jamaah yang diimami Mu'âdz bin Jabal tidak menyebutkan salam, sehingga riwayat tentang salam.
✅ Fatwa Ulama Lajnah Daimah menilai tidak butuh kepada salam untuk memutuskan shalat.
☆☆☆
Wallahu A'lam.
Rabu, 5 Safar 1439 H


0 comments:
Post a Comment