WASIAT UNTUK AHLI WARIS ?
❓ PERTANYAAN:
Bolehkah seorang anak menerima wasiat tanah dari ayahnya, dengan alasan anak ini bisa menggunakannya untuk membangun pesantren atau sarana agama yang lain?
💡 JAWABAN:
📚 TIDAK BOLEH !
🍀 Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ فَلاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ »
Sesungghunya Allah telah memberi ke setiap yang berhak haknya. Maka tidak (boleh) wasiat bagi ahli waris. [HR. Abu Daud (2780) Tirmidzi (2120), hasan shahih.]
☆☆☆
📚 ULAMA SEPAKAT
🍀 Imam Ibnu Katsîr –Rahimahullâhu- berkata,
« إِجْمَاعُ الْمُسْلِمِينَ أَنَّهُ لَا تَجُوزُ وَصِيَّةٌ لِوَارِثٍ »[تفسير القرطبي 2/263]
《Kaum muslimin sepakat tidak boleh wasiat untuk ahli waris.》
🍀 Imam Ibnu Rusyd –Rahimahullâhu- berkata,
« اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ الْوَصِيَّةَ لَا تَجُوزُ لِوَارِثٍ » [بداية المجتهد 4/119]
《Mereka (ulama) sepakat bahwa tidak boleh wasiat untuk ahli waris.》
☆☆☆
📚 KALAU YANG LAIN SETUJU?
Kebanyakan ulama menilai sah dan boleh.
🍀 Imam Ibnu Rusyd –Rahimahullâhu- berkata,
« وَاخْتَلَفُوا - كَمَا قُلْنَا - إِذَا أَجَازَتْهَا الْوَرَثَةُ، فَقَالَ الْجُمْهُورُ: تَجُوزُ » [بداية المجتهد 4/119]
Mereka (ulama) berbeda pendapat –seperti yang sudah kita sampaikan-, jika disetujui oleh ahli waris yang lain. Jumhur ulama berkata: Boleh.
🍀 Imam Ibnul Mundzîr –Rahimahullâhu- berkata,
« وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنْ لَا وَصِيَّة لِوَرِاثٍ، إِلَّا أَنْ يُجِيزَ ذلكَ » [الإجماع ص 77]
《Ulama sepakat bahwa boleh wasiat bagi ahli waris, kecuali jika diizinkan (oleh ahli waris yang lain).》
Dalilnya hadits:
« لَا تَجُوزُ الْوَصِيَّةُ لِوَارِثٍ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ الْوَرَثَة »
《 Tidak (boleh) wasiat untuk ahli waris, kecuali jika dikendaki oleh ahli waris yang lain.》[HR. Dâruquthni (4295)].
Hadits di atas dinilai hasan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar di "Bulûghul Marâm" (962), dan kebanyakan ulama hadits menilainya lemah.
☆☆☆
📚 SEBAGIAN TAK SETUJU ?
Yang tak setuju, boleh ambil haknya.
🍀 Imam Mâlik bin Anas –Rahimahullâhu- berkata,
« وَإِنْ أَجَازَ بَعْضُ الْوَرَثَةِ فِيمَا تَلْزَمُ الْإِجَازَةُ فيه ولم يُجِزْ بَعْضُهُمْ جَازَ في حِصَّةِ من أَجَازَ ما أَجَازَ. »[الموطأ (2250)]
《Jika sebagian ahli waris setuju dan sebagian enggan, halal baginya mengambil hak mereka yang setuju. Dan mereka yang enggan bisa mengambil hak mereka dari (harta wasiat) itu.》
🍀 Senada dengan ini, uraian Imam asy-Syâfi'i –Rahimahullâhu-,
« ... جَازَ في حِصَّةِ من أَجَازَ ما أَجَازَ. » [الأم 4/110]
《Boleh diambil jatah orang yang membolehkan apa yang mereka bolehkan.》
☆☆☆
📚 FATWA
1⃣ Lajnah Daimah
« الوصية لا تجوز بأكثر من الثلث، ولا تصح لوارث، إلا أن يشاء الورثة المرشدون بنصيبهم. »[الفتوى (2984)]
《Wasiat tidak boleh lebih dari 1/3, dan tidak sah untuk ahli waris kecuali jika ahli waris lain yang berakal rela memberikan haknya.》
2⃣ Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Pasal 195 ayat 3:
《Wasiat kepada ahli waris berlaku bila disetujui oleh semua ahli waris.》
☆☆☆
💡 KESIMPULAN:
✅ Ulama sepakat tidak boleh wasiat untuk ahli waris.
✅ Kecuali jika ahli waris yang lain setuju, maka hukumnya sah menurutkebanyakan ulama.
✅ Ahli waris yang tidak setuju, boleh mengambil haknya dari wasiat tersebut.
☆☆☆
Wallâhu A'lam.
❓ PERTANYAAN:
Bolehkah seorang anak menerima wasiat tanah dari ayahnya, dengan alasan anak ini bisa menggunakannya untuk membangun pesantren atau sarana agama yang lain?
📚 TIDAK BOLEH !
🍀 Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ فَلاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ »
Sesungghunya Allah telah memberi ke setiap yang berhak haknya. Maka tidak (boleh) wasiat bagi ahli waris. [HR. Abu Daud (2780) Tirmidzi (2120), hasan shahih.]
☆☆☆
📚 ULAMA SEPAKAT
🍀 Imam Ibnu Katsîr –Rahimahullâhu- berkata,
« إِجْمَاعُ الْمُسْلِمِينَ أَنَّهُ لَا تَجُوزُ وَصِيَّةٌ لِوَارِثٍ »[تفسير القرطبي 2/263]
《Kaum muslimin sepakat tidak boleh wasiat untuk ahli waris.》
🍀 Imam Ibnu Rusyd –Rahimahullâhu- berkata,
« اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ الْوَصِيَّةَ لَا تَجُوزُ لِوَارِثٍ » [بداية المجتهد 4/119]
《Mereka (ulama) sepakat bahwa tidak boleh wasiat untuk ahli waris.》
☆☆☆
📚 KALAU YANG LAIN SETUJU?
Kebanyakan ulama menilai sah dan boleh.
🍀 Imam Ibnu Rusyd –Rahimahullâhu- berkata,
« وَاخْتَلَفُوا - كَمَا قُلْنَا - إِذَا أَجَازَتْهَا الْوَرَثَةُ، فَقَالَ الْجُمْهُورُ: تَجُوزُ » [بداية المجتهد 4/119]
Mereka (ulama) berbeda pendapat –seperti yang sudah kita sampaikan-, jika disetujui oleh ahli waris yang lain. Jumhur ulama berkata: Boleh.
🍀 Imam Ibnul Mundzîr –Rahimahullâhu- berkata,
« وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنْ لَا وَصِيَّة لِوَرِاثٍ، إِلَّا أَنْ يُجِيزَ ذلكَ » [الإجماع ص 77]
《Ulama sepakat bahwa boleh wasiat bagi ahli waris, kecuali jika diizinkan (oleh ahli waris yang lain).》
Dalilnya hadits:
« لَا تَجُوزُ الْوَصِيَّةُ لِوَارِثٍ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ الْوَرَثَة »
《 Tidak (boleh) wasiat untuk ahli waris, kecuali jika dikendaki oleh ahli waris yang lain.》[HR. Dâruquthni (4295)].
Hadits di atas dinilai hasan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar di "Bulûghul Marâm" (962), dan kebanyakan ulama hadits menilainya lemah.
☆☆☆
📚 SEBAGIAN TAK SETUJU ?
Yang tak setuju, boleh ambil haknya.
🍀 Imam Mâlik bin Anas –Rahimahullâhu- berkata,
« وَإِنْ أَجَازَ بَعْضُ الْوَرَثَةِ فِيمَا تَلْزَمُ الْإِجَازَةُ فيه ولم يُجِزْ بَعْضُهُمْ جَازَ في حِصَّةِ من أَجَازَ ما أَجَازَ. »[الموطأ (2250)]
《Jika sebagian ahli waris setuju dan sebagian enggan, halal baginya mengambil hak mereka yang setuju. Dan mereka yang enggan bisa mengambil hak mereka dari (harta wasiat) itu.》
🍀 Senada dengan ini, uraian Imam asy-Syâfi'i –Rahimahullâhu-,
« ... جَازَ في حِصَّةِ من أَجَازَ ما أَجَازَ. » [الأم 4/110]
《Boleh diambil jatah orang yang membolehkan apa yang mereka bolehkan.》
☆☆☆
📚 FATWA
1⃣ Lajnah Daimah
« الوصية لا تجوز بأكثر من الثلث، ولا تصح لوارث، إلا أن يشاء الورثة المرشدون بنصيبهم. »[الفتوى (2984)]
《Wasiat tidak boleh lebih dari 1/3, dan tidak sah untuk ahli waris kecuali jika ahli waris lain yang berakal rela memberikan haknya.》
2⃣ Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Pasal 195 ayat 3:
《Wasiat kepada ahli waris berlaku bila disetujui oleh semua ahli waris.》
☆☆☆
💡 KESIMPULAN:
✅ Ulama sepakat tidak boleh wasiat untuk ahli waris.
✅ Kecuali jika ahli waris yang lain setuju, maka hukumnya sah menurutkebanyakan ulama.
✅ Ahli waris yang tidak setuju, boleh mengambil haknya dari wasiat tersebut.
☆☆☆
Wallâhu A'lam.


0 comments:
Post a Comment