Menghimpun Kajian Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah

Membalik Mushaf Dengan Air Ludah

MEMBALIK MUSHAF DENGAN AIR LUDAH

❓ PERTANYAAN:

Bagaimana hukumnya membalik halaman Al-Qur`an dengan jari yang dibasahi air ludah, tanpa ada niat melecehkan?



💡 JAWABAN:

Ulama berbeda pendapat akan boleh atau tidaknya hal ini. Inti masalahnya adalah dua alasan:

Pertama: Pelecehan.

Kedua: Mengotori

                             ☆☆☆

📚 YANG MENILAI TAK BOLEH

1⃣ Imam  Ibnul 'Arabi al- Mâliki (w 543 H) –Rahimahullâhu-.

« وقد اعتاد كثير من الناس إذا أرادوا أن يقرؤوا في مصحف أو كتاب علم يطرقون البزاق عليهم ، ويلطخون صفحات الأوراق ليسهل قلبها! وهذه قذارة كريهة ، وإهانة قبيحة ينبغي للمسلم أن يتركها ديانة » [تحفة المحتاج 1/153]

《Banyak orang terbiasa, jika ingin membaca mushaf atau kitab ilmu, mereka mengambil air ludahnya dan membasahi halamannya demi mudah membaliknya. Dan ini sikap kotor yang dibenci, dan pelecehan buruk yang seharusnya dijauhi oleh seorang muslim secara agama.》

2⃣ Imam  al-Haitami asy- Syâfi'i (w 974 H) –Rahimahullâhu-

« وَفِي فَتَاوَى الشَّارِحِ يَحْرُمُ مَسُّ الْمُصْحَفِ بِإِصْبَعٍ عَلَيْهِ رِيقٌ إذْ يَحْرُمُ إيصَالُ شَيْءٍ مِنْ الْبُصَاقِ إلَى شَيْءٍ مِنْ أَجْزَاءِ الْمُصْحَفِ » [تحفة المحتاج 1/153]

《Dan tersebut di buku Fatwa si pensyarah: Haram menyentuh mushaf dengan jari yang dibasahi air ludah, karena haram hukumnya menempelkan air ludah ke bagian manapun dari mushaf.》

                              ☆☆☆

📚 YANG MENILAI BOLEH

Diantaranya:

1⃣ Imam  al-Qalyûbi asy- Syâfi'i (w 1069 H) –Rahimahullâhu-.

« وَيَجُوزُ مَا لَا يُشْعِرُ بِالْإِهَانَةِ كَالْبُصَاقِ عَلَى اللَّوْحِ لِمَحْوِهِ لِأَنَّهُ إعَانَةٌ » [حاشية قليوبي 1/41]

《Dan boleh (melakukan) apa yang tidak terkesan melecehkan (mushaf), seperti (bolehnya) memakai air ludah di lauhah (batu tulis) untuk menghapus (tulisannya), karena itu membantu.》

2⃣ Syekh al-Kurdi asy-Syâfi'i (w 1194 H) –Rahimahullâhu-.

« وَالكَلَامُ حَيْثُ كَانَ عَلَى الإِصْبِعِ رِيْقٌ يُلَوِّثُ الوَرَقَةَ , أَمَّا إِذَا جَفَّ الرِّيقُ بِحَيْثُ لَا يَنْفَصِلُ مِنهُ شَيْءٌ يُلَوِّثُ الوَرَقَةَ فَلَا حُرْمَةَ » [الحواشي المدنية 1/116]

《Pernyataan (haram) tersebut (dibenarkan) jika air ludah akan menodai kertas (mushaf). Adapun jika air ludahnya kering, dimana tidak akan menetes darinya sedikitpun hingga menodai kertas, maka tidak ada keharaman.》

3⃣ Syekh  Bin Bâz –Rahimahullâhu-.

« ترطيب الإصبع لتسهيل قلب الصحائف لا حرج في ذلك، ليس في هذا سوء أدب, وليس في هذا احتقار بل هو مما يعين على رفع الصفحة, ولا يضر المصحف شيء... »

《Membasahi jari agar mempermudah membalik lembaran mushaf, tidak ada masalah padanya. Tidak ada di sini sikap kurang ajar, tidak juga penghinaan, tapi termasuk membantu untuk membalik halaman, dan tidak merusak mushaf sedikitpun...》

Lihat di sini:

https://www.binbaz.org.sa/noor/12021

                              ☆☆☆

💡 KESIMPULAN:

✅ Ulama berbeda pendapat akan hal ini.

✅ Yang melarang beralasan karena dinilai ada unsur pelecehan dan pengotoran.

✅ Yang menilai boleh tidak melihatnya seperti itu, bahkan menilainya  upaya memudahkan pembaca.

✅ Sebaiknya menghindarinya dan mencari ganti selain air ludah, seperti air biasa atau apa saja yang terkesan lebih memuliakan.

                              ☆☆☆

Wallâhu A'lam.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Total Pageviews

Copyright © KAJIAN DAN DOKUMENTASI ISLAM | Powered by Google

Design by Theme Pacific | Blogger Theme by google.com | Distributed By Google Templates