Menghimpun Kajian Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah

Shalat atau tunggu azan

SHALAT atau NUNGGU AZAN ?


❓ PERTANYAAN:

Bagaimana kalau kita masuk masjid ketika azan jumat sedang  berkumandang? Apakah langsung shalat Tahiyyatul Masjid atau menunggu sampai azan selesai?

💡 JAWABAN:

📚 YANG LEBIH AFDHAL?

Ulama berbeda mana yang lebih baik.

« ذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ إِذَا دَخَل الْمُصَلِّي الْمَسْجِدَ، وَالْمُؤَذِّنُ قَدْ شَرَعَ فِي الأْذَانِ، لَمْ يَأْتِ بِتَحِيَّةٍ وَلاَ بِغَيْرِهَا، بَل يُجِيبُ الْمُؤَذِّنَ وَاقِفًا، حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ أَذَانِهِ، لِيَجْمَعَ بَيْنَ أَجْرِ الإْجَابَةِ وَالتَّحِيَّةِ » [الموسوعة الكويتية 34/111]

《Ulama Syafi'iyyah dan Hanâbilah melihat bahwa jika  seseorang masuk masjid, sementara muazin telah memulai azan, maka ia tidak shalat Tahiyyayul Masjid atau yang lain. Akan tetapi ia menjawab (azan) muazin sambal berdiri, sampai ia selesai azan. Hal ini agar ia menggabungkan pahala menjawab azan dan Tahiyyatul Masjid.》

Ini juga yang didukung oleh Syekh Bin Baz -Rahimahullâh.-

Lihat di sini:

http://www.binbaz.org.sa/noor/6621

                          ☆☆☆

📚 DALIL PENDUKUNG

 1⃣  Hadits:

« إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ ما يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ »

《 Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin!》[HR. Bukhari (611) Muslim (383)].

2⃣ Hadits:

« مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ [اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ ... وَعَدْتَهُ] حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ  »

《 Siapa yang membaca [Allahumma Rabba Hâdzihid Da'wati…Wa'adtahû] setelah mendengar adzan, akan halal baginya syafaatku pada hari kiamat.》[HR. Bukhari (875)].

                            ☆☆☆

📚 FATWA BERBEDA

🍀 Syekh Ibnu 'Utsaimîn- Rahimahullâhu - berkata,

« بَادِرْ بِصَلَاةِ الرَكْعَتَينِ وَلَا تَنْتَظِرْ انْتِهَاءَ المُؤَذِّنِ لِأَنَّ تَفَرُّغَكَ لِسَمَاعِ الخُطْبَةِ أَوْلَى مِنْ مُتَابَعَتِكَ لِلمُؤَذِّنِ حَيْثُ إِنَّ اسْتِمَاعَ الخُطْبَةِ وُاجِبٌ وَإِجَابَةَ المُؤَذِّنِ غَيرُ وَاجِبَةٍ » [نور على الدرب 171/12]

《Segeralah shalat 2 rakaat dan jangan menunggu sampai muadzin selesai, karena fokusmu mendengar khutbah lebih utama dari menjawab muadzin. Alasannya karena menyimak khutbah hukumnya wajib, sementara menjawab muadzin hukumnya tidak wajib.》

Ini juga yang didukung oleh Syekh Shâlih al-Fauzân, Syekh Masyhûr Salmân- Hafizhahumallâhu-.

❗ NB:

Dulu pernah terbaca bahwa ada atsar sebagian Sahabat -Radhiyyallâhu 'anhum- terkhusus masalah ini. Tapi setelah dicari lagi belum ditemukan.

                             ☆☆☆

💡 KESIMPULAN:

✅ Ada perbedaan pendapat ulama, apakah langsung Tahiyyatul Masjid atau menjawab azan. Yang jelas keduanya boleh dan tidak salah.

✅ Yang lebih afdhal –Wallâhu A'lam- berdiri sambal menjawab azan, lalu shalat Tahiyyatul Masjid.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Total Pageviews

Copyright © KAJIAN DAN DOKUMENTASI ISLAM | Powered by Google

Design by Theme Pacific | Blogger Theme by google.com | Distributed By Google Templates