MINUM ZAMZAM BERDIRI, SUNNAH ?
❓ PERTANYAAN:
Salah seorang pembimbing umrah mengumumkan ke jamaahnya bahwa sunnah minum zam-zam adalah sambil berdiri, karena begitu Nabi mencontohkan. Lalu bagaimana dengan hadits yang melarang minum berdiri ?
💡 JAWABAN:
📚 HADITS SHAHIH
🍀Shahâbi; Ibnu 'Abbâs –Radhiyallâhu 'anhumâ- berkata,
« سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ »
(Aku pernah memberi Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- air zamzam, lalu beliau minum sambil berdiri.) [HR. Bukhari (1637) Muslim (2027)]
☆☆☆
📚 KENAPA BERDIRI?
🍀 Imam an-Nawawi –Rahimahullâhu- menjawab,
« وَأَمَّا شُرْبُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَبَيَانٌ لِلجَوَازِ » [شرح النووي 13/195]
《Adapun minumnya Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- sambal berdiri maka untuk menjelaskan kebolehannya.》
🍀Al-Hâfizh Ibnu Hajar –Rahimahullâhu- mendukungnya,
« وَهَذَا أَحْسَنُ الْمَسَالِكِ وَأَسْلَمُهَا وَأَبْعَدُهَا مِنَ الِاعْتِرَاضِ » [فتح الباري 10/84]
《Dan ini adalah alasan terbaik dan lebih selamat serta lebih jauh dari sanggahan.》
☆☆☆
DALIL PENDUKUNG
Dan hal ini dikuatkan oleh praktek shahabi; Ali bin Abi Thâlib –Radhiyallâhu 'anhu- ketika orang-orang mengingkarinya minum berdiri,
« مَا تَنْظُرُونَ؟ إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا، فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا »
《Apa yang kalian perhatikan? Jika aku minum berdiri maka sungguh aku telah melihat Nabi–Shallallâhu 'alaihi wa sallam- minum berdiri.》[HR. Ahmad (795), hasan.]
☆☆☆
📚 KARENA RAMAI ATAU UZUR ?
Ada kemungkinan. Dan sebagian ulama menyatakannya.
Diantaranya:
Imam Ibnul 'Arabi (w 543 H) –Rahimahullâhu-
« فَعَلَهُ فِي زَمْزَم وَهُوَ مَوْضِعُ زِحَامٍ لَا يُمْكِنُ فِيهِ الجُلُوسُ » [المسالِك 7/359]
《Nabi melakukannya di waktu ramai yang tidak memungkinkan duduk.》
Imam Ibnul Qayyim –Rahimahullâhu-
« وَالصَّحِيحُ فِي هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ النَّهْيُ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا وَجَوَازُهُ لِعُذْرٍ يَمْنَعُ مِنَ الْقُعُودِ » [زاد المعاد 1/144]
《Yang benar dalam masalah ini adalah dilarang minum sambil berdiri, dan boleh ketika adanya uzur yang menghalangi duduk.》
Syekh al-'Azhîm Âbadi –Rahimahullâhu-
« وَكَذَلِكَ شُرْبه مِنْ زَمْزَم أَيْضًا لَعَلَّهُ لَمْ يَتَمَكَّن مِنْ الْقُعُودِ لِضِيقِ الْمَوْضِعِ أَوْ الزِّحَامِ وَغَيْرِهَا » [عون المعبود 10/131]
《Begitu juga ketika Nabi meminum zamzam, boleh jadi tidak memungkinkan baginya untuk duduk karena sempitnya tempat atau ramai atau selainnya.》
KESIMPULAN:
✅ Tidak didapati kalam ulama yang menyatakan bahwa sunnahnya minum zamzam sambal berdiri.
✅ Alasan minum berdiri adalah untuk menjelaskan kebolehannya atau karena ada uzur atau ramai.
Wallâhu A'lam.
❓ PERTANYAAN:
Salah seorang pembimbing umrah mengumumkan ke jamaahnya bahwa sunnah minum zam-zam adalah sambil berdiri, karena begitu Nabi mencontohkan. Lalu bagaimana dengan hadits yang melarang minum berdiri ?
📚 HADITS SHAHIH
🍀Shahâbi; Ibnu 'Abbâs –Radhiyallâhu 'anhumâ- berkata,
« سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ »
(Aku pernah memberi Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- air zamzam, lalu beliau minum sambil berdiri.) [HR. Bukhari (1637) Muslim (2027)]
☆☆☆
📚 KENAPA BERDIRI?
🍀 Imam an-Nawawi –Rahimahullâhu- menjawab,
« وَأَمَّا شُرْبُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَبَيَانٌ لِلجَوَازِ » [شرح النووي 13/195]
《Adapun minumnya Nabi –Shallallâhu 'alaihi wa sallam- sambal berdiri maka untuk menjelaskan kebolehannya.》
🍀Al-Hâfizh Ibnu Hajar –Rahimahullâhu- mendukungnya,
« وَهَذَا أَحْسَنُ الْمَسَالِكِ وَأَسْلَمُهَا وَأَبْعَدُهَا مِنَ الِاعْتِرَاضِ » [فتح الباري 10/84]
《Dan ini adalah alasan terbaik dan lebih selamat serta lebih jauh dari sanggahan.》
☆☆☆
DALIL PENDUKUNG
Dan hal ini dikuatkan oleh praktek shahabi; Ali bin Abi Thâlib –Radhiyallâhu 'anhu- ketika orang-orang mengingkarinya minum berdiri,
« مَا تَنْظُرُونَ؟ إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا، فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا »
《Apa yang kalian perhatikan? Jika aku minum berdiri maka sungguh aku telah melihat Nabi–Shallallâhu 'alaihi wa sallam- minum berdiri.》[HR. Ahmad (795), hasan.]
☆☆☆
📚 KARENA RAMAI ATAU UZUR ?
Ada kemungkinan. Dan sebagian ulama menyatakannya.
Diantaranya:
Imam Ibnul 'Arabi (w 543 H) –Rahimahullâhu-
« فَعَلَهُ فِي زَمْزَم وَهُوَ مَوْضِعُ زِحَامٍ لَا يُمْكِنُ فِيهِ الجُلُوسُ » [المسالِك 7/359]
《Nabi melakukannya di waktu ramai yang tidak memungkinkan duduk.》
Imam Ibnul Qayyim –Rahimahullâhu-
« وَالصَّحِيحُ فِي هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ النَّهْيُ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا وَجَوَازُهُ لِعُذْرٍ يَمْنَعُ مِنَ الْقُعُودِ » [زاد المعاد 1/144]
《Yang benar dalam masalah ini adalah dilarang minum sambil berdiri, dan boleh ketika adanya uzur yang menghalangi duduk.》
Syekh al-'Azhîm Âbadi –Rahimahullâhu-
« وَكَذَلِكَ شُرْبه مِنْ زَمْزَم أَيْضًا لَعَلَّهُ لَمْ يَتَمَكَّن مِنْ الْقُعُودِ لِضِيقِ الْمَوْضِعِ أَوْ الزِّحَامِ وَغَيْرِهَا » [عون المعبود 10/131]
《Begitu juga ketika Nabi meminum zamzam, boleh jadi tidak memungkinkan baginya untuk duduk karena sempitnya tempat atau ramai atau selainnya.》
KESIMPULAN:
✅ Tidak didapati kalam ulama yang menyatakan bahwa sunnahnya minum zamzam sambal berdiri.
✅ Alasan minum berdiri adalah untuk menjelaskan kebolehannya atau karena ada uzur atau ramai.
Wallâhu A'lam.

